Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Posted: Oktober 30, 2011 in Uncategorized

Pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial, Maksud dari pernytaan tersebut adalah menyatakan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan mereka memerlukan orang lain sebagai pendamping hidupnya atau mereka membutuhkannya untuk saling menolong jika manusia mengalami kesusahan atau untuk berbagi jika mereka sedang mengalami kebahagiaan.
Manusia cenderung untuk berbagi apa saja yang mereka miliki.Namun pada kenyataannya manusia tidak hanya selalu berbagi, akhir – akhir ini manusia lebih jarang untuk berbagi. Misalnya saja pada saat seseorang tertimpa musibah,maka terkadang kebanyakan dari manusia kurang peduli dalam menanggapi hal tersebut, padahal manusia di takdirkan sebagai makhluk sosial.

Manusia memang memiliki karakteristik sifat sendiri dan memiliki keunikan sendiri. Sifat – sifat manusia sangatlah beraneka ragam, misalnya saja ada yang sangat peduli untuk menolong orang jika sesamanya itu sedang kesulitan atau juga sedang membutuhkan bantuan, biasanya orang seperti itu membantu dengan ikhlas dan tanpa pamrih, namun ada juga orang yang sangat egois dan hanya mementingkan diri mereka sendiri. Mereka sangat individualistis dan sangat tidak disukai oleh lingkungan sekitar mereka. Hal tersebut sungguh sangat bertolak belakang dengan hakkikat manusia sebagai makhluk sosial bukan?

Manusia memang merupakan makhluk paling sempurna, namun apakah benar – benar seratus persen sempurna? Jawabannya, tentu saja tidak. Kita bisa saja mencontoh sifat – sifat yang baik dari makhluk hidup lainnya, sebagai contoh yaitu serangga yang setiap kali dapat kita temukan di sekitar kita yaitu misalnya semut, semut sangat solid dalam berkoloni untuk saling bahu membahu untuk saling membuat koloni mereka maju dan tercukupi apa adanya. Semut dapat kita jadikan contoh untuk melakukan hal – hal yang berbau kemanusiaan, mengapa demikian? Karena dengan kita mencontohnya maka kita dapat melihat bahwa rasa gotong royong sangatlah baik kita lakukan dalam kehidupan sehari – hari.

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, namun tidak sesempurna kelihatannya. Sebagian masih perlu didiperbaiki sehingga manusia dapat dibilang makhluk yang sempurna.
Manusia itu sendiri memiliki dua hakikat yaitu sebagai makhluk sosial dan makhluk yang bertindak sebagai pemimpin yang juga bertin dak sebagai pelayan yang bertugas melayani sesamanya. Manusia juga perlu belajar dari lingkungan sekitar mereka seperti contohnya yaitu serangga semut yang merupakan serangga yang memiliki tingkat rasa gotong royong yang tinggi.Selain itu manusia juga perlu dibekali iman dan takwa untuk dapat lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Dengan begitu manusia sudah dapat bersaing sesuai dengan era globalisasi yang sampai saat ini masih terus bekembang. Iman dan Taqwa yang dilandasi dengan Ilmu Pengetahuan maka akan sangat harminis dan sangatlah baik bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s